Friday, January 21, 2005

Anak Presiden

Di suatu negara antah berantah, sama seperti di Indonesia, ketika masuk jalan tol kita diharuskan membayar retribusi. Suatu hari, putra tertua dari presiden negara tersebut masuk jalan tol, dan ia membayar lebih dari tarif yang seharusnya. Petugas tol hendak menyerahkan uang kembalian, tapi putra presiden tersebut berkata, “Ambil saja kembaliannya, Mbak.” Betapa senangnya petugas pintu tol itu.”
Tidak berapa lama kemudian, putra kedua presiden juga lewat tol itu dan ia memberi uang lebih dari tarif yang seharusnya. Ketika sang petuas hendak menyerahkan uang kembaliannya, putra kedua itu hanya berkata, “Ambil aja kembaliannya, Mbak!”
Singkat cerita, dari jauh sudah ada pemberitahuan bhawa presiden akan melewati jalan tol tersebut; dan petugas pintu tol itu berpikir, “Wah, anak-anaknya saja memberi lebih dan tidak minta uang kembalian, pasti bapaknya juga begitu.” Benar, sang presiden membayar tol melebihi tarif yang seharusnya, dan petugas pintu tol itu dengan santai mendiamkannya saja.
Karena belum menerima uang kembalian, lalau sang presiden bertanya, “Kembaliannya mana, Mbak?” Sang petugas kaget bukan main, lalu berkata, “Lho, anak-anak Bapak saja tidak minta uang kembalian...kok Bapak sendiri malah minta sih, Pak? Bapak kan presiden, pasti lebih hebat daripada anak-anak Bapak!”
Lalu dengan santai sang presiden menjawab, “Lho, mereka kan anak presiden, sedangkan saya kan cuma anak petani, yee.”

0 Comments:

Post a Comment

<< Home