Tuesday, August 30, 2005

Kisah Tiga Binatang

Ada sebuah fabel dari Persia tentang seekor ayam betina, seekor tikus, dan seekor kelinci yang hidup bersama di sebuah rumah kecil. Mereka saling membagi pekerjaan dan hidup bahagia. Kelinci memasak makanan, ayam mencari kayu bakar, sedangkan tikus mencari air dari sebuah sungai kecil. Masing-masing melakukan tugasnya dengan setia dan puas.
Suatu hari ketika ayam itu sedang pergi ke hutan mencari kayu bakar, seekor gagak yang suka mencampuri urusan orang lain bertanya kepadanya apa yang sedang dia kerjakan. Ketika diberitahu bahwa dia sedang mencari kayu bakar, gagak itu memfitnah ayam betina itu bahwa pekerjaan ayam lah yang paling berat dan kelinci serta tikus hanya memanfaatkannya. Meskipun ayam mencoba mengusir kata-kata fitnah itu, tetapi kata-kata tersebut tetap menghantui pikirannya. Ketika dia sampai di rumah dengan beban kayu bakar di punggungnya, dia berkotek, “Ternyata saya melakukan tugas yang paling berat. Kita harus bertukar pekerjaan.”
Rasa ketidakpuasan itu cepat sekali menyebar. Dengan segera kelinci dan tikus pun merasakan bahwa pekerjaan merekalah yang paling berat. Mereka setuju untuk bertukar pekerjaan : tikus memasak, kelinci mencari kayu bakar, dan ayam mengambil air.
Ketika kelinci melompat-lompat ke hutan mencari kayu, seekor rubah membuntuti, menerkam, dan memakannya. Ayam sedang mengambil air dengan ember, tetapi arus air menariknya sehingga tenggelam. Tikus bingung mengapa teman-temannya tidak datang. Ketika sedang duduk di tepi panci sop, dia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Karena fitnahan yang kejam itu, mereka tidak hanya kehilangan kebahagiaan mereka, tetapi juga nyawa mereka. (Selected)

Bisikan fitnah adalah retorika Iblis.
(Johann Wolfgang von Goethe)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home